Jumat, 15 Juni 2012

"Eeh.. Jangan buang sampah sembarangan..."

Suatu hari, di dalam bis kota yg sedang berhenti, ada seorang ibu berusia sekitar 40-50 tahun duduk di dekat jendela sambil menyantap makanan ringan yang dibagikan dalam kardus kecil berwarna putih. Waktu itu dia baru saja menenggak habis minuman aqua gelas. Dan tiba-tiba saja melempar bekas gelas minuman tersebut ke luar, membiarkannya mendarat di selokan lebar yang kering - saya rasa fungsinya untuk menampung air hujan. Seorang ibu lain berusia sekitar 20 tahun lebih tua (kita panggil saja dengan sebutan eyang) yang kebetulan duduk berseberangan di sisi kanannya melihat kejadian tersebut, lalu menegur si ibu, "Eeh.. Jangan buang sampah sembarangan." Ibu yang duduk di depan saya pun tersontak kaget, "Sekalian, Bu, mumpung lagi berhenti (bisnya)," bela si Ibu.

"Jangan, jangan.. Nggak boleh buang sampah sembarangan, Bu," kata
eyang, "hla, wong saya kemana-mana tuh ngomong (mengajak orang-orang supaya buang sampah di tempat yang semestinya)," lanjut eyang.

"Wah, benar itu, eyang," saya yang sedari tadi mengikuti kejadian itu pun ikut bicara.
"Saya, biar cuma bungkus permen kecil itu, saya lipat lalu masukkan kantong kok," eyang berkata sambil menggerakkan tangannya memeragakan apa yang diucapkan, "kasihan lingkungannya... (kalo dibuangin sampah)," ujarnya menambahkan.

Nah, teman, apa kalian berperilaku seperti si eyang atau justru masih seperti si ibu? Eyang ini saja begitu sayang terhadap lingkungan sekitar dan selalu bersemangat mengajak orang lain untuk selalu membuang sampah pada tempatnya - di usia yg tidak lagi muda tentu saja, bagaimana dengan kamu? Malu-maluin banget dong, kalo kita masih seenaknya buang sampah sembarangan, kalah sama eyang..

Jadi, mari bersama-sama menjaga lingkungan sejak dini. Jangan menunggu sampai berumur 40 atau 50 tahun untuk 'sadar lingkungan'. Keburu rusak entar lingkungannya. Jangan pula menyepelekan sampah seperti bungkus permen, 'ah, cuma bungkus permen, cuma kecil ini'. Tau dong slogan 'sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit'? Bertolak belakang dengan tabungan uang yang makin membukit, makin menguntungkan, sampah justru makin banyak yang dibuang seenaknya, makin merugikan. Nggak mau kan kamu disebut-sebut sebagai orang yang berkontribusi cukup besar merusak lingkungan?

Sekali lagi, mari kita jaga lingkungan dengan merubah perilaku kita, dari yang kecil gapapa, lalu menularkannya ke orang lain. Ke kakak, adek, mama dan papa mungkin, ke teman, sodara, ke siapa saja yang kamu temui. Cintai lingkungan, karena dengan begitu kamu juga mencintai dirimu sendiri dan generasimu nantinya :)




2 komentar:

  1. JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

    Manusia buang sampah sembarangan
    Hingga suangai penuh dengan sampah
    Lalat semakin banyak berterbangan
    Wabah penyakit melanda bagai musibah

    Alamku kotor tiada terkira
    Karena khilapnya manusia yang disengaja
    Bumiku tak lagi ceria
    Menanggung kotoran yang tiada terkira

    Wahai kawan jagalah lingkungan
    Terus berusaha dan cintailah kebersihan
    Jangan buang sampah sembarangan
    Agar indonesia selalu dilimpahi kesehatan

    BalasHapus