Rabu, 20 Juni 2012

Jadilah Perantara yg Diam

Renungan Pagi: "JADILAH PERANTARA YANG DIAM
Rabu, 20 Juni 2012
Injil: Mat 6:1-6; 16-18

Ketika ada kecenderungan di zaman ini untuk menonjolkan diri, menjadi terkenal dan dikenal karena kata dan tindakan kita, maka Yesus mengingatkan saudara dan saya akan pentingnya menjadi seorang pencinta, dermawan, pendoa yang diam di mata manusia tapi aktif di hadirat Allah ketika Ia bersabda; "berilah derma, berdoa dan berpuasa di tempat yang tersembunyi, dan Allah Bapamu yang melihatmu akan memberikan kepadamu apa yang engkau mohonkan dari-Nya." Ini sekaligus menjadi kritik bagi kita yang cenderung untuk menuntut rasa hormat, yang selalu berkoar-koar dengan bantuan yang kita berikan kepada orang lain, atau bahkan mengandalkan diri sebagai seorang pendoa ulung lewat teriakan, hentakan kaki dan tepukan tangan seakan memaksa Tuhan untuk mengikuti apa yang ada di hati dan otak kita.

Dibalik semua kecenderungan untuk terkenal dan dikenal lewat kata dan perbuatan kita, pun harus diakui bahwa ada juga pribadi-pribadi

Jumat, 15 Juni 2012

"Eeh.. Jangan buang sampah sembarangan..."

Suatu hari, di dalam bis kota yg sedang berhenti, ada seorang ibu berusia sekitar 40-50 tahun duduk di dekat jendela sambil menyantap makanan ringan yang dibagikan dalam kardus kecil berwarna putih. Waktu itu dia baru saja menenggak habis minuman aqua gelas. Dan tiba-tiba saja melempar bekas gelas minuman tersebut ke luar, membiarkannya mendarat di selokan lebar yang kering - saya rasa fungsinya untuk menampung air hujan. Seorang ibu lain berusia sekitar 20 tahun lebih tua (kita panggil saja dengan sebutan eyang) yang kebetulan duduk berseberangan di sisi kanannya melihat kejadian tersebut, lalu menegur si ibu, "Eeh.. Jangan buang sampah sembarangan." Ibu yang duduk di depan saya pun tersontak kaget, "Sekalian, Bu, mumpung lagi berhenti (bisnya)," bela si Ibu.

"Jangan, jangan.. Nggak boleh buang sampah sembarangan, Bu," kata